Wanita Bengaluru Menemukan Udang dalam Sandwich Vegan, Pengadilan Konsumen Memerintahkan Swiggy, Paris Panini Membayar Kompensasi ₹1 Lakh

No Comments

Uncategorized


Pemesanan makanan online seorang wanita Bengaluru berubah menjadi cobaan yang mengejutkan setelah dia menemukan potongan udang di dalam sandwich vegan yang dia pesan dari Paris Panini melalui Swiggy.

Komisi Penyelesaian Sengketa Konsumen Distrik Perkotaan Bengaluru kini telah meminta pertanggungjawaban Swiggy dan restoran tersebut atas kelalaian, dan memerintahkan mereka untuk membayar kompensasi sebesar ₹1 lakh. Ini termasuk ₹50.000 untuk penderitaan mental, ₹5.000 untuk biaya litigasi, dan pengembalian uang harga sandwich dengan bunga tahunan 12%.

Meskipun kedua belah pihak membela diri, Swiggy mengutip perannya sebagai perantara dan restoran mempermasalahkan tanggung jawab, komisi tersebut memutuskan bahwa platform dan restoran memiliki akuntabilitas yang sama ketika penyimpangan layanan secara langsung berdampak pada hak-hak konsumen.​

Mimpi Buruk Vegetarian

Pada 10 Juli 2024, Nisha G, seorang vegetarian seumur hidup berusia 37 tahun yang telah mengadopsi gaya hidup vegan, memesan sandwich vegan dari Paris Panini melalui Swiggy. Ketika dia menggigitnya, dia merasakan rasa yang tidak biasa dan menemukan potongan udang di dalamnya.

Insiden tersebut membuatnya sangat tertekan, mendorongnya untuk melakukan ritual pembersihan di rumah karena dia adalah seorang Brahmana saleh yang mengikuti ahimsa dengan ketat. Dia mengunjungi restoran tersebut keesokan harinya, dan manajernya mengakui kesalahan tersebut, dan menyalahkan banyaknya pelanggan.

Paris Panini menawarkan sandwich pengganti, namun Nisha menolak, dengan mengatakan dia merasa “dihina dan dilanggar secara spiritual.” Setelah mengirimkan pemberitahuan hukum kepada Swiggy dan Paris Panini pada tanggal 20 Juli 2024, namun tidak dijawab, dia mengajukan keluhan konsumen pada tanggal 22 Agustus 2024, meminta kompensasi sebesar ₹2 lakh.​

Keputusan Pertahanan dan Komisi

Swiggy berpendapat bahwa itu hanyalah perantara teknologi yang menghubungkan pelanggan dengan restoran, dan kontrak penjualan hanya ada antara pembeli dan restoran. Paris Panini mengakui kesalahan tersebut namun mengaku tidak disengaja dan terjadi pada jam sibuk.

Restoran tersebut juga mengatakan bahwa “seorang vegan pada umumnya tidak akan memilih restoran kami, karena kami menyajikan makanan vegetarian dan non-vegetarian.” Komisi menolak argumen-argumen ini, dengan menyatakan bahwa memberikan makanan non-vegetarian kepada seorang vegan atau orang yang memiliki pantangan makanan “tidak dapat dianggap enteng.”

Perintah tersebut menyoroti konsekuensi emosional, agama, dan psikologis dari kelalaian tersebut. Swiggy bertanggung jawab karena gagal bertindak secara bertanggung jawab sebagai perantara, dengan menyatakan bahwa transaksi dan pembayaran terjadi melalui aplikasinya.

​Cara Tetap Aman Saat Memesan Makanan Secara Online

Memesan makanan secara online memang mudah, tetapi kesalahan bisa saja terjadi, terutama jika ada pembatasan diet. Berikut adalah langkah-langkah keselamatan penting untuk melindungi diri Anda dan memastikan akuntabilitas jika terjadi kesalahan:

  • Mencari pengembalian uang, kompensasi, atau tindakan korektifkonsumen mempunyai hak atas pangan yang aman dan diberi label yang akurat, terutama untuk kebutuhan pangan yang bersifat medis atau etis.
  • Periksa kembali label dan menu restoran sebelum memesan, terutama saat memilih makanan vegan, bebas alergen, atau makanan khusus.
  • Baca ulasan terbaru untuk menemukan keluhan berulang tentang pesanan yang salah atau kontaminasi.
  • Selalu periksa makanan segera setelah pengiriman dan hindari konsumsi jika ada sesuatu yang terlihat atau berbau tidak biasa.
  • Catat bukti segerafoto, video, kemasan, tagihan, dan detail pesanan sangat penting dalam perselisihan.
  • Laporkan masalahnya secara instan di aplikasi sehingga platform mencatat keluhannya.
  • Hubungi restoran secara langsung untuk memahami apa yang salah dan meminta klarifikasi tertulis jika memungkinkan.
  • Jika terjadi kelalaian seriusmengajukan keluhan ke komisi konsumen distrik melalui portal E-Daakhil.

Perspektif Orang India yang Logis

Kasus penting ini menyoroti perlunya akuntabilitas dan transparansi yang lebih besar dalam industri pesan-antar makanan. The Logical Indian mendukung konsumen yang menuntut layanan makanan yang dapat diandalkan dan jujur.



Wanita Bengaluru Menemukan Udang dalam Sandwich Vegan, Pengadilan Konsumen Memerintahkan Swiggy, Paris Panini Membayar Kompensasi ₹1 Lakh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *