Sumber Protein Vegetarian: Berjuang untuk mencapai target protein Anda sebagai vegetarian dengan usus sensitif? Ahli Gastroenterologi Terkemuka menyarankan 5 pilihan ini |
[ad_1]
Protein, seperti kita ketahui adalah bahan pembangun tubuh—membantu membangun jaringan tubuh, termasuk otot dan tulang, dan penting untuk menciptakan hormon, enzim, dan antibodi yang mendukung sistem kekebalan tubuh. Namun tidak semua sumber protein baik untuk perut, dan beberapa di antaranya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Memilih makanan berprotein yang lembut di usus, dapat memelihara mikrobioma yang sehat, melancarkan pencernaan, meredakan kembung, dan meningkatkan penyerapan nutrisi. Pal Manickam, Ahli Gastroenterologi terkemuka mengungkapkan 5 sumber protein ramah usus…Moong dal yang bertunasMoong dal yang bertunas, yang pada dasarnya adalah kacang hijau, yang telah bertunas, memberikan manfaat sekaligus mengurangi komponen penghasil gas yang sering mengganggu pencernaan. Ia hadir dengan 7 g protein per 100 g, dan dibundel dengan serat, yang memberi nutrisi pada mikroba ramah di usus. Bertunas juga membuka lebih banyak zat besi dan folat yang tersembunyi di dalam kacang-kacangan, membuatnya lebih mudah dipecah dan digunakan oleh tubuh. Kacang-kacangan yang bertunas ini membantu meningkatkan rasa kenyang, dan meningkatkan fungsi usus.
TahuBerasal dari kedelai, tahu menyediakan 8 g protein nabati per 100 g sehingga menjadikannya makanan pokok yang padat protein. Profilnya yang rendah lemak dan sifatnya yang santai di usus, menjadikannya sangat baik bagi mereka yang memiliki masalah perut. Dikemas dengan semua asam amino esensial dan senyawa isoflavon-fito dalam dosis besar yang diperkirakan dapat memelihara kesehatan usus dan meredakan peradangan, blok sederhana ini juga berfungsi sebagai sekutu nutrisi. Tekstur dan rasa lembut yang dihasilkan dapat dimasukkan ke dalam resep apa pun, baik direbus dalam kaldu, atau dimasukkan ke dalam tumisan yang dipanaskan dalam wajan. Selain itu, protein nabati berkontribusi terhadap pemeliharaan otot sekaligus menjaga saluran pencernaan tetap ringan.Yoghurt YunaniYoghurt Yunani sangat baik karena mengandung protein 10 g per 100 g, dengan serangkaian probiotik, yang memelihara mikrobioma usus yang seimbang. Proses penyaringan menghilangkan sisa whey, meninggalkan produk lembut yang mengkonsentrasikan protein. Probiotik tersebut melakukan lebih dari sekedar diam saja; mereka dapat melancarkan pencernaan, meredakan peradangan, dan bahkan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dengan memecah laktosa lebih banyak dibandingkan yogurt biasa, produk ini menawarkan pilihan yang lebih lembut bagi orang-orang dengan intoleransi ringan. Anda dapat menikmati yogurt Yunani dalam buah segar, atau dijadikan sebagai alas krim, untuk saus dan saus.

Paneer rendah lemakPaneer rendah lemak menghasilkan sekitar 18 g protein per 100 g dan mengandung jauh lebih sedikit lemak dibandingkan paneer biasa, sehingga membuatnya lebih lembut di perut. Ini memasok asam esensial, kalsium, dan nutrisi penting untuk tulang yang kuat dan fungsi otot yang baik. Meskipun paneer berlemak penuh terkadang dapat memicu gangguan pencernaan pada seseorang, jenis paneer rendah lemak umumnya dapat ditoleransi dengan baik. Sebagai sumber protein vegetarian, paneer mendukung kesehatan usus karena lebih mudah dicerna dibandingkan kebanyakan produk susu.TempeTempe adalah dadih kedelai yang difermentasi dan menghasilkan 19 g protein per 100 g, dan menjadi makanan yang ramah usus berkat fermentasinya. Mikroba yang memfermentasi memecah senyawa yang membuat produk lebih enak di perut, dan meningkatkan kadar vitaminnya. Penuh dengan probiotik, ini membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, membantu pencernaan dan menenangkan peradangan. Gigitannya yang kuat menjadikannya alternatif daging yang fleksibel, dalam banyak hidangan. Sebagai makanan pokok, tempe tidak menghasilkan mikrobioma yang sehat, tetapi juga memasok protein padat.

Bagaimana dengan makanan non-sayuran?Sebagai seorang non-vegetarian, Dr Pal menjelaskan bahwa makanan non-vegetarian tidak dibarengi dengan asupan serat dalam jumlah yang cukup, maka makanan tersebut tidak ramah usus. Jadi bagi mereka yang menyukai makanan non-vegetarian, sebaiknya pastikan untuk tidak mengonsumsi sumber protein apa adanya, tetapi padukan dengan sumber serat.